Suara Lamunan Jiwa
Mengintip
di balik tabir
Barangkali
hati itu tak punya malu.
Berkata
yang tak perlu dalam kalbu.
Tak
terhenti ia walau dihalang sembilu.
Pancarkan
merahnya dalam kesendirian pilu.
Terbelah
ia sudah tunjukkan isinya.
Apalagi
yang mau dikata sudah dari sononya.
Datang
dan pergi sekehendak kemahuannya.
Menyingkap
apa yang rahasia dan apa yang terbuka.
Dari
siluet diri berkain putih berbintil merah semuanya.
memang
ia tak lagi punya malu.
Rindu
berlimpah-limpah itu.
Tak
ada yang menampung selain peluh.
Langit malam yang penuh bintang itu tak pernah malu menampakkan
dirinya di sebagian malam. Hanya lampu kota yang benderang saja yang
menyamarkan mereka sehingga tak terlihat dari pandangan kita. Kadang kala
memang isi dari sesuatu tidak dapat kita lihat karena terhalang kulit yang
keras dan buruk rupa, bagaikan durian yang penuh dengan duri tajam. Orang yang
pertama kali melihatnya pun akan ngeri dan beranjak pergi. Padahal isi buah
durian sangatlah lezat dan menggiurkan. Atau seperti contoh monyet makan manggis,
kulit manggis itu pahit namun isi buahnya amat manis. Si monyet yang malang
sudah buru-buru buang manggis sebelum sempat dapat manisnya.
Hubungan antara kulit dan isi ini banyak dibahas oleh para pemikir,
yang melahirkan sebuah pandangan filosof yang menyatakan bahwa wajah boleh
garang yang penting hatinya baik. Padahal sebenarnya tidak selalu seperti itu.
Wajah tidak boleh garang dan hati tidak boleh jahat, begitulah sebenarnya
pandangan yang sesungguhnya dari hubungan antara kulit dan isi. Kulit durian
sebenarnya tidak garang, pada hakikatnya hanya penilaian kita sajalah yang
keterlaluan. Bentuk durian itu indah dan tak ada bandingannya. Durinya itu
membentuk garis-garis simetris yang tak terdapat pada buah sejenis yaitu
nangka. Nangka memang berduri juga tapi bentuknya tidak bulat dan durinya tidak
begitu tajam.
Jika penilaian kita selalu positif maka hasil yang akan tersimpan
dalam otak kita pun akan menjadi baik. Seseorang yang berwajah garang, jika
kita melihatnya seperti hantu yang sering kita tonton di rumah maka kita akan
semakin takut. Namun, jika kita memetik hikmahnya dan berpikir jika semua
manusia tak ada yang berwajah garang, maka bagaimana mencari bodyguard dan
satpam untuk rumah kita. Bagimana mencari peran antagonis yang pas jika wajah kita
semua terlihat seperti akan tersenyum layaknya the smiling general. Be positif!

Comments
Post a Comment