CONTOH PUISI KOLOSAL
Dibawakan
Pada acara penutupan KKN ORIGAMI UIN Jakarta, Desa Cinangneng, Bogor, 2014
#(musik)…
(Sahabat kecilku, ipank)
Para
siswa masuk ke panggung, sambil menunggu sang guru. Mereka bercakap-cakap riuh.
#(musik
berhenti)
Semua
murid diam seperti patung. Salah seorang murid maju ke depan dan berpuisi.
#(musik
kembali… kitaro caravansary)
Aku hanyalah seorang murid.
setiap hari aku menyusuri pematang sawah, ladang dan
sungai.
Hanya untuk bersekolah.
Jauh kulangkahkan kaki, demi sebuah pengorbanan suci.
Aku hanyalah seorang murid.
Yang berlari meyusuri waktu, tak perduli jarak dan musim.
Lihatlah, lihatlah apa yang kupunya.
Hanya tekad dan kekuatan hati milikku.
Demi ilmu yang kudambakan… Sekolah yang kutujukan…
O…. guruku!! Ajarkanlah aku…..
Bimbinglah aku….
Aku hanyalah seorang murid miskin dari kampung terpencil.
Yang setiap hari berjalan jauh demi bertemu engkau.
Ajarlah aku demi masa depanku….
Demi ayah, ibu dan adik-adikku.
Demi bangsa dan negaraku.
Aku hanyalah seorang murid…
Musik berhenti, semua mematung.
Lalu
sang guru masuk perlahan. Salah seorang murid berteriak. “Lihat, ada pak guru.”
Guru:
“Selamat pagi murid-murid”
Murid:
“Selamat pagi pak guru”
Guru:
Oke semuanya, duduk siap!”
Murid:
Siap!!!!....
Guru:
Baiklah murid-murid, hari ini pelajaran kita adalaaahhhh….
#(musik
berhenti).
Semua
siswa berhenti bergerak, seperti patung.
Sang
guru mulai maju ke depan. Seraya tertawa, berkeluh kesah dan berpuisi.
(#Musik
… kitaro silk road)
Lihatlah….
Aku adalah seorang guru.
Setiap
hari… aku rela datang lebih pagi.
Demi
murid-muridku.
Aku
siap, menjadi apa saja bagi mereka.
Tempat
mengadu keluh kesah.
Tempat
murid-muridku bertanya.
Tempat
murid-muridku bernaung
Lihatlah!!
Aku adalah seorang guru…
Meski
gajiku tak cukup…
Meski
jauh tempatku mengajar…
Meski
jalan terjal mendaki.
Aku
kan slalu hadir.
Aku
kan slalu ada, bagi mereka.
Karena
siapa lagi, yang akan mengajar mereka.
Jika
aku tak hadir, jikalau… aku sakit.
Lihatlah,
aku hanyalah seorang guru…
Aku
memang hanya seorang guru.
Namun,
aku
senang…
Aku
bangga… menjadi seorang guru.
(#Musik
berhenti) semua murid maju menghampiri dan mengelilingi gurunya, semua murid
berteriak: “Pak guru… pak guru…,
(Sang
guru keheranan)
Para
murid menyahut: “Terima kasih pak guru! kami tak akan lupa, semua jasa-jasamu.”
(Sang guru
mengelus rambut murid-muridnya seraya mengangguk dan tersenyum. Para murid satu
persatu menyalami guru mereka)
(#Musik
yeni bir dunya) Gaya ceria guru dan murid saling bergandengan tangan sambil menari dan berputar-putar. lalu keluar panggung.
Selesai.

Comments
Post a Comment