Heart in love


Aku rindu padamu yang terpisah jauh.
Kerinduanku merekah semakin lebar.
Ketika ku mengingatmu apalah daya ku.
Ketika perasaan ini semakin mendalam.
Aku tenggelam karenanya, aku tak sanggup bangkit.
Cinta ini tanpa terasa membutakan mata batinku.
Sampai aku meratapi diriku sendiri di malam gelap.
Mengapakah kerinduanku…
Mengapakah kecintaanku...

Telah melebihi batas Cintaku pada-Nya
Padahal Dia yang meliputiku. Tapi aku jauh dari-Nya.
Kita memang terpisah jauh, dan aku rindu padamu.
Tapi apakah dirimu lebih penting daripadaNya dan RasulNya.
Engkau pun hanyalah fatamorgana yang muncul silih berganti.
Rasa yang nyata kurasakan ini memang benar.
Aku benar-benar cinta, aku benar-benar rindu.
Namun perasaan ini hanya akan kupersembahkan.
Kepada yang berhak mendapatkan cinta dan rindu dariku.
Cintaku kepadamu tidak akan sebesar cintaku padaNya.
Rinduku kepadamu tidak akan sedalam rinduku padaNya.
Aku rela kehilanganmu tapi tak rela jika kehilanganNya.
Aku rela tak curhat padamu, demi curhat kepadaNya.
Bahkan mungkin aku rela kehilangan pandanganku selamanya.
Demi melihat RasulNya dalam mimpiku.
Dan melihat WajahNya di surgaNya kelak.
(Nagreg, 24 January 2013)

Comments

Popular Posts