Curhat-curhatan
Tadi pagi ada seorang teman yang curhat; Sif... ente itu harus banyak2 bersyukur. Ada apa kok tumben? tanyaku. Gini Sif! Lalu ia bercerita.
Nasif, bener2 ane merasakan hikmahnya menuntut ilmu itu: Celanaku yang warna hitam itu ternyata sudah lusuh dipakai untuk bolak balik menuntut ilmu, kainnya pun sudah robek dan warnanya sudah kusam karena bertahun-tahun di pakai. Ingin rasanya membeli yang baru. Yap, duit sudah disiapkan tinggal mendatangi mall untuk memilih. Satu hari sebelum hari H, Subhanallah berkah datang Sif!... aku dapet gratis celana kain dan kemeja dua pasang. Min haisu la yahtasib.. Alhamdulillah ya! katanya.
Alhamdulillah bagus itu bang! mari kita bersyukur sama-sama bang! ucapku. Kami berdua pun berucap keras-keras...
Asykuruka ya robbi, Engkau maha baik! namun terkadang hamba saja yang kufur.
Nasif, bener2 ane merasakan hikmahnya menuntut ilmu itu: Celanaku yang warna hitam itu ternyata sudah lusuh dipakai untuk bolak balik menuntut ilmu, kainnya pun sudah robek dan warnanya sudah kusam karena bertahun-tahun di pakai. Ingin rasanya membeli yang baru. Yap, duit sudah disiapkan tinggal mendatangi mall untuk memilih. Satu hari sebelum hari H, Subhanallah berkah datang Sif!... aku dapet gratis celana kain dan kemeja dua pasang. Min haisu la yahtasib.. Alhamdulillah ya! katanya.
Alhamdulillah bagus itu bang! mari kita bersyukur sama-sama bang! ucapku. Kami berdua pun berucap keras-keras...
Asykuruka ya robbi, Engkau maha baik! namun terkadang hamba saja yang kufur.
Comments
Post a Comment