Tidak ada... (part 1)
Seorang suami yang akan di cerai istrinya berlari di tengah kerumunan orang yang berlalu lalang di sekitar bandara. Wajahnya terlihat cemas dan pucat, ia menengok kesana-kemari mencari istrinya yang akan segera berangkat. Penerbangan Air Asia jam 17.00 menuju batam tinggal setengah jam lagi. Lelaki itu tak kuasa menitikkan air matanya bila mengingat istrinya akan segera meninggalkannya.
...
"Mas kita cerai saja" kata istrinya ketika suami istri itu baru saja pulang dari pemeriksaan dokter.
"kenapa sayang, kita tidak harus begini" jawabnya cemas, melihat ekpresi istrinya yang serius.
"Tidak harus katamu!!!... Kamu mandul, kamu tidak bisa memberiku anak. Aku harus mengajukan gugatan cerai" Teriak istrinya dalam tangis.
"Jangan sayang, mari kita cari solusi lain" ujarnya memelas seraya merayu. Bakkkk, pintu kamar ditutup oleh istrinya dan di kunci rapat-rapat. "Aku mau pergi ke batam untuk sementara waktu" terdengar suara dari dalam kamar. Istrinya rupanya sedang mengepak koper dan barang-barang lain.
Ia hanya termenung di ruang tamu, sambil menundukkan kepalanya, Ia merasa hancur.
...
Perempuan itu duduk di koridor dengan ekspresi menunggu, entah apa yang ditunggunya. Ia juga berulang kali melihat arlojinya. Ia terlihat cemas padahal pemberangkatan di mulai stengah jam lagi. Lalu terlihat olehnya dari kejauhan seorang lelaki yang terlihat kebingungan mondar-mandir mencari sesuatu, gayanya tak asing lagi. Tiba-tiba perlahan mata perempuan itu berbinar-binar melihat laki-laki yang adalah suaminya itu. Ia pun bangkit dari duduknya dan mendekati pria bingung tadi.
"Mas cari siapa?? bukankan kita sudah akan cerai?" katanya dingin. Pria itu terkejut dan menoleh.
"Oh sayang, aku mencarimu, aku ingin kamu disisiku, jangan meninggalkan aku" Ia mulai terisak di depan istrinya lalu memeluk perempuan itu dengan hangat.
Perempuan itu berucap "Beri aku satu alasan yang meyakinkanku agar kita tidak bercerai". Lelaki itu terdiam lalu menjawab dengan ekspresi tulus. "Karena kita saling mencintai, kamu dan aku"
Perempuan itu menukas dengan marah, "Itu kan alasan kita menikah, bukan alasan untuk kita tidak bercerai!!!!. Lalu perempuan itu melepaskan diri dari pelukan suaminya seraya berlari menjauh. Suaminya hanya tertegun menatap kepergian istrinya dengan pandangan kosong. Ternyata cinta tidak lagi menjadi alasan bagi mereka.
...
to be continued
Comments
Post a Comment