PESONA SANG KUPU-KUPU
Seonggok telur-telur kecil nan lekat.
Dibalik dedaunan rimbun nan pekat.
Berayun dalam rimba gelap menyesak hati.
Teriring hembusan angin sepoy tak henti.
Tiba-tiba keajaiban terjadi.
Seekor ulat kecil pun keluar.
Menyusuri bilah-bilah daun segar.
Demi meraup sebuah rezeki.
Namun waktu terus berputar.
Musim harus berganti.
Ulat kecil itu makan tak henti.
Menunggu takdir tunjukan Kelakar.
Sang ulat pun tutupi tubuhnya.
Semedi dalam kegelapan tak henti.
Bertasbih pada sang Ilahi.
Puasa tanda Ibadah pada-Nya.
Lalu tibalah Saatnya berbuka.
Beduk tanda pun telah berbunyi.
Iringi Ucapan Syukur pada Ilahi.
Saat Sang Kupu menebar pesonanya.
(PURNAMA BURAM)
200410, mizaniya....
Sentuhan Kampung damai '09

Comments
Post a Comment